Ada yang suka makan coklat? Menurut penelitian, didalam coklat terkandung beberapa zat yang bermanfaat buat tubuh kita..

  1. Karbohidrat, yang dibentuk oleh senyawa kimia dalam coklat menghasilkan serotonin, yang membantu stimulasi otak sehingga kita merasa santai dan tenang.
  2. Antioksidan, yang dapat membantu mencegah serangan jantung dan mempertahankan daya tahan tubuh. Menurut Dr. Mauro Serafini dari National Institute for Food and Nutrition Research di Roma (Italia), coklat hitam (bukan coklat putih ato coklat susu) mengandung antioksidan dalam jumlah banyak, yang mampu menangkal radikal bebas dan melindungi sel-sel hati dari kerusakan.
  3. Kalsium dan magnesium, yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Meskipun terkadang coklat kurang bagus untuk gigi, namun coklat baik untuk dikonsumsi dalam jumlah kecil dan secara teratur. Sebuah studi menunjukkan bahwa coklat baik juga untuk mendukung pertumbuhan tulang dan proses penyembuhan.
  4. Asam stearat dalam lemak coklat membuat lemak coklat tidak sejahat lemak hewani. Lemak ini terbukti bagus untuk kesehatan jantung dan mencegah kanker. Di dalam lemak coklat juga ada polifenol, yang bisa mencegah masuknya bakteri penyebab jerawat pada kulit wajah.
  5. Katekin yaitu sejenis antioksidan yang dapat mencegah penuaan dini.
  6. Theobromine dan caffein yang memberikan energi bagi tubuh. Menurut para ahli, theobromine ini dapat dapat mencegah batuk.
  7. Flavanol, sejenis antioksidan yang dapat melacak dan menghancurkan kimia berbahaya dalam tubuh yang menyebabkan penuaan dan berpotensi pada penyakit serius. Dan disinyalir dapat mencegah tekanan darah tinggi dan melindungi kita dari stroke karena coklat dapat mencegah pembekuan darah (yang merupakan salah satu penyebab stroke).

Makan coklat tidak akan menimbulkan kecanduan, tetapi bagi sebagian orang rasa coklat yang enak mungkin menyebabkan kerinduan untuk mengkonsumsinya kembali. Ini yang disebut chocolate craving. Dampak coklat terhadap perilaku dan suasana hati (mood) terkait erat dengan chocolate craving. Rindu coklat bisa karena aromanya, teksturnya, manis-pahitnya dsb. Hal ini juga sering dikaitkan dengan kandungan phenylethylamine yang adalah suatu substansi mirip amphetanine yang dapat meningkatkan serapan triptofan ke dalam otak yang kemudian pada gilirannya menghasilkan dopamine. Dampak dopamine adalah muncul perasaan senang dan perbaikan suasana hati.

Huh, formasi yang menyebalkan!!!

Padahal tinggal dikiiiiiiit lagi

what-can-i-do

Gak ngerti?

Yang tau main ini pasti ngerti maksudnya :D

Ini cerita tentang seorang mahasiswi (sebut saja si ITU) yang ketika itu sedang berjuang menyelesaikan tugas akhir dalam kebimbangan sulitnya mengumpulkan data TA. Bagi yang udah bikin TA, pastinya tahu kalau penyelesaian Tugas Akhir, memang membutuhkan effort dan semangat juang yang tinggi. Terlebih jika sudah memasuki masa – masa pendaftaran sidang, serba deg-degan dan gak tenang, makan tetep enak tapi tidur gak nyenyak, yang dimimpiin hanya sidang TA, draft TA atau sidang TA lagi. Banyak hal penting yang juga harus dikorbankan seperti jam makan yang gak jelas, waktu tidur yang gak jelas, kondisi kesehatan yang gak jelas, dan kegakjelasan2 lainnya. Itu pula yang dirasakan si ITU yang pada saat itu mendedikasikan segenap tenaga dan pikirannya demi keberhasilan TA.

Di suatu ba’da ashar sepulang survey buat ngumpulin data TA, si ITU melepas lelah, memejamkan mata dan merebahkan diri di kasurnya yang empuk. Selang beberapa waktu, dalam peristirahatannya si ITU merasakan kondisi tubuhnya sedikit berbeda. Si ITU tau betul kalo lagi kecapekan dirinya emang gampang ngdrop, jdi gak heran kalo sepanjang ngerjain TA dia sering sakit – sakitan. Biasanya sih cuma pusing atau masuk angin, obatnya tinggal dibalsemin, minum tolakangin, trus tidur. Tapi saat itu kondisinya benar2 berbeda dari biasanya. Secara bertahap dirasakannya sekujur tubuh terasa lemes mes, gemeteran dan tidak bertenaga, sampe susah nggenggam barang dan susah mencet tuts hape. Badan anget, perut mual mules, serta pusing yang amat sangat sehingga kalo jalan sempoyongan (ini gak lebay). Haduhh, pokoknya waktu itu badan gakjelas banget rasanya, gak ngerti juga kok bisa sampe kayak gitu. Entah makan apa aja seharian tadi. Si ITU yang malang, mana kosan lagi sepi, kostmatenya juga lagi pergi, sehingga gak ada yg bisa diajak berbagi.

Azan maghrib berkumandang, namun kondisinya tak kunjung membaik. Kepala masih nyut2an, badan lemes gemeteran dst. Bolak balik kamar mandi membuat tubuhnya kian lemas karena kurang cairan (diare maksudnya :D ). Karena ngerasa gak kuat akhirnya diputuskan untuk menjamak sholat isya dengan sholat maghrib. Selepas sholat diputuskannya untuk langsung tidur dengan perlengkapan komplit, yaitu kaos lengan panjang, jaket tebal, training, kaos kaki, boneka kucing kesayangan, 1 guling di kanan 1 guling di kiri, dan bedcover tebel biar anget, setelah sebelumnya minum tolakangin, minum airputih banyak2 dan mbalsemin badan. Kemudian ada hal tak biasa yang dilakukan si ITU, biasanya si ITU suka tidur dalam suasana sunyi senyap tanpa bunyi2an (kecuali kalo lagi takut), namun pada saat itu si ITU secara reflek mengambil hapenya, memasang headset di telinga, dan menekan playlist murottal yang isinya surat Ar Rahman, Yasin, Thaha dn juz 30. Ditemani alunan murottal, si ITU pun memaksakan diri untuk tidur dengan kondisi badan yang masih kacau balau, berharap esok terbangun dengan keadaan yang lebih mendingan. Zzzz… Zzzz.. …….zz..z.

Lantunan ayat suci sayup – sayup mengalun, membangunkan si ITU dari tidur lelapnya. Diliriknya jam dinding, dan waktu menunjukkan pukul 4an. Dahi dan mukanya basah oleh keringat (ya ealah, secara tidurnya pake jaket selimut segala macem, sumuk dunk). Masih teringat jelas kondisi tubuhnya yang gak karu2an sebelum tidur. Masih terkantuk kantuk, namun karena HIV si ITU perlahan bangkit dari kasurnya..dan.., lho? Lho? amazing bget, gak ad mual mules gemeteran nyut2an dst. Si ITU merasakan tubuhnya seger buger, seperti tidak ada sesuatu yang terjadi sebelumnya. Si ITU bengong dan terheran – heran… Hoo? Gak salah ni????!! Td malem kn..ky begitu??!! Masih gak percaya dia stretching2 gak jelas dan muter – muter di kamarnya yang g seberapa luas. Iya loh, seger buger. Aneh dah. Kok bisa sih?! Padahal tadinya kalo masih sakit kn ada sedikit alasan untuk males2an, biar bisa kabur dari bimbingan dan target survey hari itu (hehe). Tapi kok..??? sehat begini??? Paling gak kn hrusnya ada bekas2nya dikit. Entah tggal pusing dikit atau yg lain. Cuman? Entahlah, kayaknya kalo dicritain k orang pasti orang gak akan percaya atau nganggep biasa aja, tpi yang jelas yang dirasakannya pada saat itu adalah perasaan amaZing..amaZing..dan amaZing… dan hari itu mesti survey lagi :(

Sekarang baru terpikirkan, ada hubungannya sama postingan sebelumnya gak y (The Miracles of The Quran)?! Sugesti aj kali y?! Ato emang dasar penyakitnya ogah nempel lama2 di si ITU? Allahualam.

Pengaruh Qur’an terhadap organ tubuh

Dievaluasi dengan menggunakan perangkat elektronik

Dr. Ahmad Al-Qadhiy (United States of America)

Penelitian ini dilakukan oleh Dr. Ahmad dan timnya, untuk mengetahui dampak Alqur’an terhadap manusia. Penelitian menggunakan seperangkat alat untuk mengukur gejala – gejala perubahan fisiologis pada responden selama mereka mendengarkan bacaan Alqur’an, dimana yang menjadi responden dari penelitian ini adalah :

- Muslim yang bisa berbahasa arab

- Muslim yang tidak bisa berbahasa arab

- Non muslim yang tidak bisa berbahasa arab

Percobaan dilakukan dengan memperdengarkan lantunan ayat Alqur’an kepada sekelompok responden tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 97% percobaan memperlihatkan perubahan fisiologis pada responden yang ditunjukkan oleh menurunnya kadar tekanan pada syaraf secara spontanitas.

Penelitian lanjutan kemudian dilakukan untuk mengetahui apakah perubahan fisiologis tersebut terjadi karena bacaan Alqur’annya (dalam kontek ayat – ayatnya), atau karena hal diluar itu semisal, suara qiroahnya, lirik bacaan (cara melantunkan ayatnya), atau karena responden memahami bahwa yang dibacakan kepadanya adalah ayat – ayat Alqur’an.

Peralatan

Peralatan yang digunakan adalah perangkat studi dan evaluasi terhadap tekanan syaraf yang ditambah dengan komputer jenis Medax 2002 (Medical Data Exuizin) yang ditemukan dan dikembangkan oleh Pusat Studi Kesehatan Univ. Boston dan Perusahaan Dafikon di Boston. Perangkat ini mengevaluasi respon-respon perbuatan yang menunjukkan adanya ketegangan melalui salah satu dari dua hal: (i) Perubahan gerak nafas secara langsung melalui komputer, dan (ii) Pengawasan melalui alat evaluasi perubahan-perubahan fisiologis pada tubuh. Perangkat ini sangat lengkap dan menambah semakin menguatkan hasil validitas hasil evaluasi.

Subsekuen:

1. Program komputer yang mengandung pengaturan pernafasan dan monitoring perubahan fisiologis dan printer.

2. Komputer Apple 2, yaitu dengan dua floppy disk, layar monitor dan printer.

3. Perangkat monitoring elektronik yang terdiri atas 4 chanel: 2 canel untuk mengevaluasi elektrisitas listrik dalam otot yang diterjemahkan ke dalam respon-respon gerak syaraf otot; satu chanel untuk memonitor arus balik listrik yang ke kulit; dan satu chanel untuk memonitor besarnya peredaran darah dalam kulit dan banyaknya detak jantung dan suhu badan.

Penelitian dilakukan dengan memperdengarkan 2 bacaan kepada responden

1. Bacaan Alqur’an dalam bahasa arab.

2. Bacaan berbahasa arab yang bukan Alqur’an

dimana keduanya dilafadzkan dengan lirik yang sama sehingga responden tidak bisa membedakan mana yang bacaan qur’an dan mana yang bukan. Percobaan ini dilakukan sebanyak 210 kali kepada 5 responden yang non muslim dan tidak bisa berbahasa arab dengan memperdengarkan bacaan tersebut secara berselang seling. Penelitian ini ternyata menunjukkan perubahan fisiologis yang positif pada bacaan Alqur’an

HASIL

Terlihat jelas hasil-hasil awal penelitian tentang dampak Al-Qur’an pada penelitian terdahulu bahwasanya Al-Qur`an memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap syaraf. Dan mungkin bisa dicatat pengaruh ini sebagai satu hal yang terpisah, sebagaimana pengaruh inipun terlihat pada perubahan energi listrik pada otot-otot pada organ tubuh, perubahan pada kulit karena energi listrik, perubahan pada peredaran darah, perubahan detak jantung, voleme darah yang mengalir pada kulit, dan perubahan suhu badan. Perubahan ini menunjukkan bahwasanya ada perubahan pada organ -organ syaraf otak secara langsung dan sekaligus mempengaruhi organ tubuh lainnya. Jadi, ditemukan sejumlah kemungkinan yang tak berujung ( tidak diketahui sebab dan musababnya) terhadap perubahan fisiologis yang mungkin disebabkan oleh bacaan Al-Qur`an. Sementara itu telah kita ketahui bahwa ketegangan – ketegangan saraf akan berpengaruh kepada disfungsi organ tubuh yang dimungkinkan terjadi karena produksi zat kortisol atau zat lainnya ketika merespon gerakan antara saraf otak dan otot. Pada percobaan kita peroleh hasil bahwa dibacakannya Alqur’an menurunkan ketegangan syaraf responden, dimana syaraf yang rileks akan membuat tubuh lebih segar, sehingga stamina tubuh menjadi prima, dimana dengan bagusnya stamina tubuh akan membantu menghalau berbagai penyakit. Dan perlu untuk disebutkan disini bahwasanya hasil-hasil penelitian yang disebutkan diatas adalah masih terbatas dan dengan responden yang juga terbatas.

(Sumber : D:\About Islam\Mu’zizat\Pengaruh Qur’an Terhadap Organ Tubuh.doc)

Konon katanya kedekatan seseorang dengan Allah bisa terlihat dari rutinitas ibadah dan interaksinya dengan Alqur’an. Konon katanya juga kedekatan ini akan terpancar dari sikap yang tampak, wajah yang adem, pola pikir yang selalu berbaik sangka maupun ketenangan diri dalam mengambil kebijakan. Konon katanya lagi hiasilah rumahmu dengan bacaan Alqur’an supaya rumahmu terang benderang dan dirahmati Allah (yang mbaca juga tentunya).

Sebagai seorang full time job hunter, saya mencoba memanfaatkan waktu yang ada dengan sebaik – baiknya, salah satunya dengan mengikuti Short Course Bank Syariah yang diadakan oleh STEI Yogyakarta dan Bank Muamalat. Beberapa kali pertemuan namun banyak sekali yang saya dapatkan (ya iyalah, sekali pertemuan dari ba’da dhuhur sampe maghrib). Khususnya seputar dunia perbankan syariah dan ekonomi Islam.

Pada satu kesempatan ada seorang peserta kursus yang mengeluhkan kepada saya, bahwa menurutnya sistem hingga pelaksanaan pendanaan di Bank Syariah sesungguhnya sama saja dengan Bank Konvensional, yang membedakan hanya istilah yang dipakai di Bank Syariah menggunakan istilah – istilah Islam. Kemudian tak berapa lama seorang peserta kursus menanyakan hal serupa kepada pengajar. Dan ketika pertanyaan serupa dideperdebatkan oleh ayah saya yang notabene adalah nasabah Bank Syariah sekaligus Bank Konvensional, saya jadi semakin bertanya – tanya. Apakah memang image seperti itu yang umumnya diterima masyarakat terhadap Bank Syariah?

Bagi saya sendiri konsep Bank Syariah cukup mudah diterima. Dari nama juga terlihat jelas bahwa Bank Syariah dijalankan dengan prinsip syariah sedangkan Bank Konvensionel tidak, meskipun dari sistem maupun pelaksanaan barangkali memang sama. Konsep bagi hasil dengan kesepakatan pembagian persen keuntungan yang ditetapkan di awal oleh Bank Syariah dengan nasabah tidak akan merugikan salah satu pihak. Terlepas dari itu semua, sebagai seorang Muslim tentunya kita punya prinsip dan pandangan bahwa dalam menjalankan segala bentuk kehidupan butuh yang namanya batasan dan aturan. Bank Syariah memberikan solusi bisnis perbankan bagi umat Muslim, dimana segala sendi yang dijalankan mulai dari pembiayaan, jual beli, investasi hingga perputaran dana, tidak akan bertentangan dengan syariat – syariat Islam, sehingga nasabah bisa merasa tenang dan aman dengan menitipkan dananya di Bank Syariah. Nilai tawar yang diberikan juga cukup bagus, yaitu asas maslahat dan keadilan, dimana dalam menjalankan suatu bisnis, kedua hal tersebut sangat penting dan harus dijunjung tinggi. Paling tidak itulah yang bisa saya simpulkan dari kursus singkat Bank Syariah tersebut.

Jadi, ayo buka tabungan di Bank Syariah (lho?!).

Deru motorku berpacu di jalanan, menabrak kepulan asap dan debu, menaburkan aroma aspal di sekujur bajuku. Siang itu sangat mendung dan rasa – rasanya hari itu jalanan tidak cukup ramai. Hanya sedikit kendaraan yang lalu lalang disekitarku. Saat itu aku hanya ingin segera sampai di rumah supaya bisa lekas melepas lelah, namun suara sirene motor patroli polisi mengagetkanku hingga membuat jantung ini deg-degan. Motor tersebut melaju tepat disampingku,

“Kurangi kecepatan mbak, kurangi kecepatan!!”, seru pak polisi lewat balik speaker.

Astaghfirullah. Ternyata aku memang melaju dengan kecepatan tinggi, sambil ngaleweung pula. Astaghfirullah lagi, benar – benar sembrono, entah apa yang sedang kupikirkan saat itu, hingga bisa – bisanya nyetir sambil ngalamun. Beruntung pak polisi hanya menegur saja, tidak sampai menilang. Akupun terus melaju, tentunya dengan kecepatan pelan. Namun terlambat, gerimis keburu datang, disusul hujan dan angin kencang. Terbersit keinginan untuk tetap berjalan, namun logikaku melarang. Dan kuputuskan mencari tempat berteduh terdekat.

Hujan cukup deras, dan kurapatkan diri di sudut teras sebuah bangunan tempatku berteduh. Namun jantung ini masih berdegup kencang dan tak tenang (gara – gara dikagetin polisi tadi). Dan semakin tak karuan, ketika melihat bangkai truk yang terguling di seberang jalan. Ternyata di jalanan tersebut memang baru terjadi kecelakaan truk dan motor (yang kemudian beritanya masuk TV). Lagi – lagi aku beristighfar. Dan bertanya – tanya dalam hati, ada apa ini..

Dalam riuh hujan yang semakin deras, aku sedikit teringat dan menyadari sesuatu. Aku pernah mengingatkan seorang teman untuk hati – hati dalam berkendara, tapi nyatanya aku sendiri ceroboh begini. Aku sering menegur seorang teman yang suka pulang malam, tapi aku sendiri pernah pulang hingga larut malam. Aku pernah berpesan pada beberapa teman, senyum itu ibadah, ceria itu menular, jadi hiasi hari – harimu dengan senyum dan keceriaan. Tapi aku sendiri? Ah..kontradiktifkah atau munafik? Ups, kasar sekali.

Memang benar bahwa mengingatkan orang ibarat mengingatkan diri sendiri. Semoga dari situ kita terpacu untuk lebih baik lagi. Tapi memang manusia gudangnya salah dan lupa. Jadi berhati – hatilah. Teringat kata seorang teman. Jangan lupa selalu koreksi diri dan jangan lupa rendahkan hati.

Allahualam.

Seperti biasa. Kupaksakan senyum walau sakit sekali. Kulebarkan tawa walau luka di hati. Sepertinya sudah cukup belajar. Berharap jangan lagi terulang. Untuk suatu kehilangan yang telah kuikhlaskan. Walau bukan ini yang kuharapkan.


Banyak yang bilang kalau nama saya ini aneh dan tidak familiar. Terbukti setiap pertama kali berkenalan dengan orang baru, mereka harus berkali – kali memastikan kalau nama yang mereka dengar gak salah sebut. Misal begini :

Si X      : Kenalin saya X
Si Di     : Saya Diar
Si X      : Maap? Dian?
Si Di     : DiaRRRrr…!!!
Si X      : Oh..DiaR??
Si Di     : Iyaa, diaRR.. pake R!!

Atau begini

(waktu mau bikin pas foto di sebuah studio foto..)
Mbak pembuat nota   : atas nama siapa mbak?
Saya                         : Diarr
(yang tertulis di nota : Dian)

Hoo, segitu anehnya ya nama Diar? Buat saya sendiri, nama Diar memang unik dan lucu, langka (kayak orangnya :P ), dan jarang ada yang ngembarin. Jarang? Ya, saya memang pernah beberapa kali menemukan “Diar” yang lain, dan ketika tahu itu, saya langsung excited dan heboh – heboh gak jelas. Penasaran sekali, kenapa namanya juga Diar? Apa artinya ya? Yang jelas pasti beda dengan “Diar”nya saya. Pada waktu itu sebenarnya pengeen banget kenalan, sekalian ngajakin bikin “Diar Club” gitu, kan seru tuh, bertemu dengan beraneka ragam Diar dan saling bercerita tentang “ke-Diar-an” masing – masing (haha, anneh!). Tapi karena pemalu, saya urungkan niat itu :D
Kadang ada temen yang suka bertanya. Kenapa nama saya Diar? Kenapa bukan Dian, Diah atau Dias yang lebih enak pengucapannya? Bahkan pernah pada satu waktu saat sesi interview, di suatu ruangan tempat saya melamar pekerjaan, pertanyaan pertama yang diajukan oleh si pewawancara adalah “Bisa dijelaskan arti kata Diar??” ..?? Gubrak!! Grogi saya langsung ilang seketika.

Ehem. Begini..Diar tidak mengandung pengertian dan maksud apapun, itu hanya sebuah akronnim dari kata kediri-sidoarjo. Masih belum jelas? Hilangkan suku kata ke,ri,si,do dan jo, dann.. didapatlah kata DIAR!! Tentunya ada sesuatu yang sangat berkesan di keDIri-sidoARjo sehingga dipilihlah dua kata itu oleh bapakibu manjadi kombinasi sebuah nama yang akhirnya saya sandang hingga sekarang. Ya, jadi ketika ibu sedang mengandung saya, beliau kerja di Sidoarjo, sementara kedua orangtuanya tinggal di Kediri, sehingga syndrom-mengunjungi-orangtua-pasca-pernikahan membuat ibu saya sering bolak balik antara Kediri dan Sidoarjo sambil bawa – bawa saya yang katanya berat. Mungkin yang bikin berkesan karena selama perjalanan Kediri Sidoarjo itu saya suka nendang – nendang perut ibu kali ya?! Maklum, di dalam kan sempit, jadi butuh olahraga dikit mam, hehheh. Orangtua saya memang kreatif, nama adek – adek saya pun tidak jauh panggang dari api..eh tidak jauh beda dari saya, akronim juga maksudnya, hoho. Tapi yang menarik, meskipun orangtua saya tidak bermaksud mengutip dari ayat suci, beberapa kali saya menemukan kata diyar dalam Alqur’an, yang artinya…..mmm…..PR aja deh buat yang baca :) (Umm, klo g salah ngartiin, diyar tu artinya kampung halaman (bener gak ya???), kampung halaman itu kan ngangenin ==> jadi Diar itu ngangenin.. ahaha..)

Ketika sejarah Diar ini saya ceritakan ke temen – temen geng semasa SMP, mereka langsung protes.. “kenapa gak Dirjo aj Yar?Kayaknya lebih pantes..!” he? Semenjak itu, tanpa persetujuan dan restu dari saya, mereka pun memanggil saya Dirjo. Gak hanya Dirjo, sebenernya banyak juga panggilan aneh dari temen – temen SD-SMP yang gak pernah saya lupain sampe sekarang, mulai dari Koyar, Raid, Dayer sampe DuaRr (kangen masa – masa itu). Untungnya sekarang – sekarang ini panggilan untuk saya semakin elegant (hehe) mulai dari mbakyu, Jenk, bu’, Di dan Dee (paling suka yang ini..)

Hmmmmmhhhh…
Diar Ronayu Kharisti, itulah nama saya. Yang pasti, apapun artinya nama adalah doa dan harapan orangtua. Dan yang pasti lagi, semua nama adalah indah. Dan tentunya akan semakin indah kalau kita hiasi dengan akhlak dan perbuatan terpuji seperti yang sering dijelaskan oleh guru – guru PPKn dan dosen – dosen KWN. (Semoga pada saat itu kita memperhatikan dengan seksama, bukannya ngobrol dengan tetangga atau bikin tugas :D )

Tugas :
Berapa jumlah kata Diar yang Anda baca dari artikel diatas? :D

Ditulis ketika lagi narsis dan gak ada ide buat nulis

__________________________________________________________________________________________

Dalam hal apa saja, khususnya urusan dunia, kita harus duit. Karena duit itu memperlancar semuanya, dan dengan duit inilah bisa kita peroleh ketenangan dan kebahagiaan yang muncul dari dalam hati. Duit apa sih?

Duit = Doa Usaha Ikhlas dan Tawakal

Hehe. Iya kan? Sekali lagi dalam hal aapa saja, (tentunya dalam hal kebaikan).. berdoalah minta petunjuk dan pertolongan-Nya, jangan lupa imbangi dengan usaha, setelah semuanya ikhlaslah dengan apapun hasil yang diberikan, dan berserah dirilah hanya pada-Nya. InsyaAllah urusan dunia hanya sementara, dan Allah tau apa yang terbaik buat kita.

So, DUIT is important isn’t it?

___________________________________________________________

Trouble maker..Kayaknya gak ada yang suka dengan sebutan ini, termasuk saya. Akan tetapi seseorang dengan kadar error tertentu memang pantas mendapat predikat itu.. seperti saya. Hiks. Yeah I’m a trouble maker. Yup, ntah knapa saya berbakat sekali melakukan hal – hal seperti ini : ngrusakkin barang, njatuhin barang, nabrak kursi, nendang gelas, kesandung dan sebangsanya. Jadi, jika dirumah tiba – tiba terdengar suara – suara aneh seperti bruk..,prang.., gedubrak…krompyang dan kawan kawan, biasanya selalu diidentifikasikan sebagai ulah saya (biarpun ternyata bukan saya) dan biasanya lagi hampir selalu diikuti lengkingan mami yang seperti ini..”Yaarr..!!” atau “Opo kuwii..??”. Sueer, saya gak pernah bersengaja melakukan hal hal tersebut diatas, tapii biarpun udah berusaha dikontrol, tangan dan kaki ini kadang – kadang emang susah diajak kompromi..

Contohnya seperti cerita berikut :

  • Setting : pagi hari, halaman rumah, 1 Jan 2009 Seorang anak ingin menghirup udara pagi, dengan santai dia berjalan dari pintu depan ke teras rumah, dann “bruk…” botol plitur yang kebetulan kebuka itu ketendang dengan sempurna dan isinya tumpah dengan sukses ke lantai. Cengiran terindah langsung diberikannya ke si ibu yang kebetulan ada disitu dimana si ibu cuma comment “Ambil lap!!” dengan nada datar .
  • Setting : siang hari, ruang keluarga, 1 Jan 2009                                                                                                                   Seorang ibu dengan 2 anaknya sedang bersih – bersih lemari kaca. Isi dari lemari kaca itu tak lain dan tak bukan adalah barang barang pecah belah seperti guci, tea set. dkk. Lemari telah dibersihkan, begitupun barang pecah belahnya juga sudah dicuci bersih, tinggal dirapikan dan ditata lagi di lemari kaca. Kemudian…”Prang..” seorang anak menjatuhkan tutup teko. Cengiran terlama langsung diberikannya ke si ibu yang udah berkacak pinggang. Untung rusaknya gak parah, cuma kebelah dua aja dimana pegangan tutup kepisah dari badan tutupnya, jadi masih bisa dilem :D
  • Setting : masih siang hari di ruang keluarga, 1 Jan 2009                                                                                                  Seorang ibu dengan 2 anaknya masih bersih – bersih lemari kaca. Tak lama kemudian.. “Klontang..”, anak yang sama menjatuhkan gelas. Untung gelasnya terbuat dari bahan yang gaktau apa namanya, sehingga gelas itu gak pecah. Kali ini si anak tau apa yang harus dilakukannya. Yup, balik kanan…dan kabuur. Tapi baru sempat balik kanan, tiba – tiba “Brakk..” …..!! Hoo….,ternyata sekarang si ibu yang njatuhin hiasan dinding. Kata si anak “Yes.. nular.”

Cerita diatas adalah kisah nyata..^^V

Endingnya gimana ya? Jadi bingung sendiri. Yah, intinya harus lebih hati2, kalau jalan tengok kanan kiri, kebiasaan buruk emang susah diilangin, tapi ada baiknya kalo coba kita kurangin..

Dan jangan pernah mengharapkan sosok yang sempurna karena manusia hanyalah manusia biasa dengan segala kekurangan dan kejelekannya (bahas apa sih?!).

__________________________________________________________

Sebuah drama yang kesedihannya melebihi melodrama, kengeriannya melebihi Silence of The Lamb, dan kekejamannya tak terlukiskan dengan kata – kata. Itu sungguh terjadi sahabatku, dan itu benar – benar terjadi di bumi Palestina. Saudara – saudara kita disana telah sangat akrab dengan dentum bom dan letusan peluru. Kematian sanak keluarga sudah hal biasa. Penderitaan itu telah mereka rasakan selama bertahun – tahun sahabatku, bukan hitungan hari atau bulan. Anak – anak kecil disana tidak bermain dengan mobil dan boneka, ataupun petak umpet seperti kita, mereka berkejar – kejaran dengan tank baja yang memburu mereka. Batu dan ketapel di tangan – tangan mungil mereka bukan untuk melempar mangga, ataupun jambu, tapi untuk membela diri dan memukul pasukan yang bersenjatakan mortir dan peluru, pasukan yang menjajah mereka di bumi mereka sendiri, pasukan Israel.                         Bisakah kau bayangkan semua itu?

Itu sungguh terjadi sahabatku, dan itu benar – benar terjadi di Bumi Palestina. Sebuah drama yang kisah kepahlawanannya melebihi Spiderman, kehebatannya melebihi Superman dan kekuatannya melebihi The Hulk. Namun apa kita mengenal mereka? Pahlawan – pahlawan yang lahir dari bumi Palestina? Mereka yang gagah berani. Mereka yang telah mati, namun tetap hidup di hati, yang ketiadaberadaanya justru semakin membangkitkan semangat dan menginspirasi jutaan pemuda Palestina..Shalahuddin Al-Ayyubi, Imad Aqil, Muzhaffar Quthz, Izzuddin Al-Qossam, Yahya Ayyash, Ayyat Akhrass..sungguh Allah akan memberikan tempat yang sangat mulia bagi mereka di sisi-Nya.

Bukannya kita tidak bisa melakukan apa – apa untuk saudara kita di Palestina. Doakan mereka dalam setiap sujud panjang kita, ingatlah mereka selalu di setiap santap malam kita, ingatlah mereka dalam setiap rupiah yang kita belanjakan, dan ingatlah mereka dalam setiap tidur nyenyak kita. Selalu ikuti perkembangan beritanya sebagai wujud perhatian kita, dan hentikan penggunaan produk – produk yang telah menyumbang kesengsaraan di Palestina..Beritahu teman dan keluarga.

Ketika tubuh lunglai berjatuhan bagai daun rasamala dan aroma surga semakin terasa, darahpun serasa embun kasturi, wanginya sungguh biuskan hati. Hingga kematian pun datang, sambut jiwa penuh suka cita. Lekang satu, dua berhamburan, ikatkan hati lekatkan suasana..Teriring doa untuk manusia – manusia pilihan, saudara – saudaraku di Palestina, sungguh janji Allah sangat dekat. Penantian panjang akan berakhir, dan sambutlah kemenangan yang telah dijanjikan.. But, this is timeless..

________________________________________________________________________