"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam Al-Qadar.
Dan tahukah kamu apakah malam Al-Qadar itu? Malam Al-Qadar itu lebih
baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ar-Ruh
dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh)
kesejahteraan sampai terbit fajar."


Sesuai yang saya simak dan saya dengar di sebuah kajian,
tafsir surat ini sungguh dalam maknanya.
Kata inna yang berarti sesungguhnya,
merupakan penekanan dari pernyataan Allah yang harus kita simak baik – baik.
Dan kata ma adraka, sepenggal kata yang menyatakan suatu ketetapan Allah
yang berada di luar nalar dan diluar jangkaun akal manusia,
namun sungguh pasti akan terjadi.
Dimana dijelaskan bahwa malam itu adalah malam yang sempit.
Sempit karena bumi penuh sesak dengan malaikat,
karena konon katanya pada malam itu seluruh malaikat bersama pimpinannya, Jibril,
turun ke muka bumi dan mendoakan orang – orang beriman.
Sungguh malam yang luar biasa bukan? Malam yang penuh berkah.
Jika kita benar – benar meyakininya dan bersungguh – sungguh ingin meraihnya.

Malam Lailatul Qadr adalah malam mulia yang tiada bandingannya.
Ia mulia karena terpilih sebagai malam turunnya Al Qur’an,
yang turun di satu hari diantara 10 malam terakhir bulan Ramadhan.
Karenanya pada hari – hari terakhir Ramadhan
kita disyariatkan untuk memaksimalkan ibadah kita.
Nabi sendiri menganjurkan untuk I’tikaf di masjid
seperti yang selalu beliau lakukan (sunnah muakad).
I’tikaflah, semampunya, sebisanya dan sesempatnya.
Untuk memohon ampun, bermuhasabah, berdzikir,
dan berdoa dengan tulus ikhlas mengharap rahmat-Nya.
Semoga dengan niat yang bersih,
Allah meridhoi kita untuk merasakan nikmatnya Malam Lailatul Qadr.
Amin

Tulis sebuah Komentar

*
*