Arsip Bulanan: Januari 2009

Banyak yang bilang kalau nama saya ini aneh dan tidak familiar. Terbukti setiap pertama kali berkenalan dengan orang baru, mereka harus berkali – kali memastikan kalau nama yang mereka dengar gak salah sebut. Misal begini :

Si X      : Kenalin saya X
Si Di     : Saya Diar
Si X      : Maap? Dian?
Si Di     : DiaRRRrr…!!!
Si X      : Oh..DiaR??
Si Di     : Iyaa, diaRR.. pake R!!

Atau begini

(waktu mau bikin pas foto di sebuah studio foto..)
Mbak pembuat nota   : atas nama siapa mbak?
Saya                         : Diarr
(yang tertulis di nota : Dian)

Hoo, segitu anehnya ya nama Diar? Buat saya sendiri, nama Diar memang unik dan lucu, langka (kayak orangnya :P ), dan jarang ada yang ngembarin. Jarang? Ya, saya memang pernah beberapa kali menemukan “Diar” yang lain, dan ketika tahu itu, saya langsung excited dan heboh – heboh gak jelas. Penasaran sekali, kenapa namanya juga Diar? Apa artinya ya? Yang jelas pasti beda dengan “Diar”nya saya. Pada waktu itu sebenarnya pengeen banget kenalan, sekalian ngajakin bikin “Diar Club” gitu, kan seru tuh, bertemu dengan beraneka ragam Diar dan saling bercerita tentang “ke-Diar-an” masing – masing (haha, anneh!). Tapi karena pemalu, saya urungkan niat itu :D
Kadang ada temen yang suka bertanya. Kenapa nama saya Diar? Kenapa bukan Dian, Diah atau Dias yang lebih enak pengucapannya? Bahkan pernah pada satu waktu saat sesi interview, di suatu ruangan tempat saya melamar pekerjaan, pertanyaan pertama yang diajukan oleh si pewawancara adalah “Bisa dijelaskan arti kata Diar??” ..?? Gubrak!! Grogi saya langsung ilang seketika.

Ehem. Begini..Diar tidak mengandung pengertian dan maksud apapun, itu hanya sebuah akronnim dari kata kediri-sidoarjo. Masih belum jelas? Hilangkan suku kata ke,ri,si,do dan jo, dann.. didapatlah kata DIAR!! Tentunya ada sesuatu yang sangat berkesan di keDIri-sidoARjo sehingga dipilihlah dua kata itu oleh bapakibu manjadi kombinasi sebuah nama yang akhirnya saya sandang hingga sekarang. Ya, jadi ketika ibu sedang mengandung saya, beliau kerja di Sidoarjo, sementara kedua orangtuanya tinggal di Kediri, sehingga syndrom-mengunjungi-orangtua-pasca-pernikahan membuat ibu saya sering bolak balik antara Kediri dan Sidoarjo sambil bawa – bawa saya yang katanya berat. Mungkin yang bikin berkesan karena selama perjalanan Kediri Sidoarjo itu saya suka nendang – nendang perut ibu kali ya?! Maklum, di dalam kan sempit, jadi butuh olahraga dikit mam, hehheh. Orangtua saya memang kreatif, nama adek – adek saya pun tidak jauh panggang dari api..eh tidak jauh beda dari saya, akronim juga maksudnya, hoho. Tapi yang menarik, meskipun orangtua saya tidak bermaksud mengutip dari ayat suci, beberapa kali saya menemukan kata diyar dalam Alqur’an, yang artinya…..mmm…..PR aja deh buat yang baca :) (Umm, klo g salah ngartiin, diyar tu artinya kampung halaman (bener gak ya???), kampung halaman itu kan ngangenin ==> jadi Diar itu ngangenin.. ahaha..)

Ketika sejarah Diar ini saya ceritakan ke temen – temen geng semasa SMP, mereka langsung protes.. “kenapa gak Dirjo aj Yar?Kayaknya lebih pantes..!” he? Semenjak itu, tanpa persetujuan dan restu dari saya, mereka pun memanggil saya Dirjo. Gak hanya Dirjo, sebenernya banyak juga panggilan aneh dari temen – temen SD-SMP yang gak pernah saya lupain sampe sekarang, mulai dari Koyar, Raid, Dayer sampe DuaRr (kangen masa – masa itu). Untungnya sekarang – sekarang ini panggilan untuk saya semakin elegant (hehe) mulai dari mbakyu, Jenk, bu’, Di dan Dee (paling suka yang ini..)

Hmmmmmhhhh…
Diar Ronayu Kharisti, itulah nama saya. Yang pasti, apapun artinya nama adalah doa dan harapan orangtua. Dan yang pasti lagi, semua nama adalah indah. Dan tentunya akan semakin indah kalau kita hiasi dengan akhlak dan perbuatan terpuji seperti yang sering dijelaskan oleh guru – guru PPKn dan dosen – dosen KWN. (Semoga pada saat itu kita memperhatikan dengan seksama, bukannya ngobrol dengan tetangga atau bikin tugas :D )

Tugas :
Berapa jumlah kata Diar yang Anda baca dari artikel diatas? :D

Ditulis ketika lagi narsis dan gak ada ide buat nulis

__________________________________________________________________________________________

Dalam hal apa saja, khususnya urusan dunia, kita harus duit. Karena duit itu memperlancar semuanya, dan dengan duit inilah bisa kita peroleh ketenangan dan kebahagiaan yang muncul dari dalam hati. Duit apa sih?

Duit = Doa Usaha Ikhlas dan Tawakal

Hehe. Iya kan? Sekali lagi dalam hal aapa saja, (tentunya dalam hal kebaikan).. berdoalah minta petunjuk dan pertolongan-Nya, jangan lupa imbangi dengan usaha, setelah semuanya ikhlaslah dengan apapun hasil yang diberikan, dan berserah dirilah hanya pada-Nya. InsyaAllah urusan dunia hanya sementara, dan Allah tau apa yang terbaik buat kita.

So, DUIT is important isn’t it?

___________________________________________________________

Trouble maker..Kayaknya gak ada yang suka dengan sebutan ini, termasuk saya. Akan tetapi seseorang dengan kadar error tertentu memang pantas mendapat predikat itu.. seperti saya. Hiks. Yeah I’m a trouble maker. Yup, ntah knapa saya berbakat sekali melakukan hal – hal seperti ini : ngrusakkin barang, njatuhin barang, nabrak kursi, nendang gelas, kesandung dan sebangsanya. Jadi, jika dirumah tiba – tiba terdengar suara – suara aneh seperti bruk..,prang.., gedubrak…krompyang dan kawan kawan, biasanya selalu diidentifikasikan sebagai ulah saya (biarpun ternyata bukan saya) dan biasanya lagi hampir selalu diikuti lengkingan mami yang seperti ini..”Yaarr..!!” atau “Opo kuwii..??”. Sueer, saya gak pernah bersengaja melakukan hal hal tersebut diatas, tapii biarpun udah berusaha dikontrol, tangan dan kaki ini kadang – kadang emang susah diajak kompromi..

Contohnya seperti cerita berikut :

  • Setting : pagi hari, halaman rumah, 1 Jan 2009 Seorang anak ingin menghirup udara pagi, dengan santai dia berjalan dari pintu depan ke teras rumah, dann “bruk…” botol plitur yang kebetulan kebuka itu ketendang dengan sempurna dan isinya tumpah dengan sukses ke lantai. Cengiran terindah langsung diberikannya ke si ibu yang kebetulan ada disitu dimana si ibu cuma comment “Ambil lap!!” dengan nada datar .
  • Setting : siang hari, ruang keluarga, 1 Jan 2009                                                                                                                   Seorang ibu dengan 2 anaknya sedang bersih – bersih lemari kaca. Isi dari lemari kaca itu tak lain dan tak bukan adalah barang barang pecah belah seperti guci, tea set. dkk. Lemari telah dibersihkan, begitupun barang pecah belahnya juga sudah dicuci bersih, tinggal dirapikan dan ditata lagi di lemari kaca. Kemudian…”Prang..” seorang anak menjatuhkan tutup teko. Cengiran terlama langsung diberikannya ke si ibu yang udah berkacak pinggang. Untung rusaknya gak parah, cuma kebelah dua aja dimana pegangan tutup kepisah dari badan tutupnya, jadi masih bisa dilem :D
  • Setting : masih siang hari di ruang keluarga, 1 Jan 2009                                                                                                  Seorang ibu dengan 2 anaknya masih bersih – bersih lemari kaca. Tak lama kemudian.. “Klontang..”, anak yang sama menjatuhkan gelas. Untung gelasnya terbuat dari bahan yang gaktau apa namanya, sehingga gelas itu gak pecah. Kali ini si anak tau apa yang harus dilakukannya. Yup, balik kanan…dan kabuur. Tapi baru sempat balik kanan, tiba – tiba “Brakk..” …..!! Hoo….,ternyata sekarang si ibu yang njatuhin hiasan dinding. Kata si anak “Yes.. nular.”

Cerita diatas adalah kisah nyata..^^V

Endingnya gimana ya? Jadi bingung sendiri. Yah, intinya harus lebih hati2, kalau jalan tengok kanan kiri, kebiasaan buruk emang susah diilangin, tapi ada baiknya kalo coba kita kurangin..

Dan jangan pernah mengharapkan sosok yang sempurna karena manusia hanyalah manusia biasa dengan segala kekurangan dan kejelekannya (bahas apa sih?!).

__________________________________________________________