Vanilla Love

After meeting you, each day is exciting,
after meeting you, each day my heart greets with flutters
after meeting you, each day grows shorter
after meeting you, each day’s end leaves me wistful
after meeting you, each day is mild and soft
after meeting you, each day is filled with happiness
after meeting you, I became a princess and,
after meeting you, I’m a happy girl

I love you I love you

(Vanilla Love_Onew ft Lee Hyun Ji)

Princess and Knight of Panda^^

Diterbitkan di: on 26 Desember 2011 at 12:36 am  Komentar (2)  

Konichiwaaa ^^

Halloo..sudah hampir 6 bulan tidak corat coret disini. Banyak yang berubah dan banyaaaaaaaaak sekali cerita yang tidak sempat tertuang disini.. jadi anak kosan lagi, punya temen2 baru, hidup di lingkungan baru,  jadi buruh  di pabrik yang katanya paling oke di Ejip (ahahaa jangan dipercaya kalo ini mah) dan undangan nikah bertubi tubi yang bikin saya iri (eh).

Banyak yang bilang kalo blog saya berubah jadi blog masakan gara2 postingan2 terakhir saya resep masakan melulu.. Sebenarnya tidak, blog ini tetap seperti fungsinya semula, memuat apapun yang saya rasakan dan saya pikirkan.. berhubung waktu itu yang saya pikirkan cuma makanan dan makanan, jadilah postingannya resep masakan, haha. yah,  harus saya akui akhir2 ini mood untuk menulis memang sedikit berkurang, mungkin karena tidak banyak waktu luang seperti dulu. Di kamar saya juga sinyalnya jlab jlub sihh, jadi males internetan juga jadinya,mending maen ke kamar tetangga (alesan)..Tapi gara2 blogwalking kemarin  saya jadi kangeeenn dan pengen rajin update blog lagi.. ternyata masih banyak temen2 yang masih setia dan eksis dengan blognya masing2..  wokee, sekian dulu lah pemanasannya. moga2 moodnya stabil dan bisa eksis lagi disini..

Ganbarimasu!

Diterbitkan di: on 22 Juli 2011 at 5:23 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

Tekwan Spesial ala jenk Diar

Berdasarkan hasil riset dan penelitian, ternyata bahan dasar tekwan sama persis dengan empek2, cuma ditambah putih telur saja untuk melembutkan hasilnya. Saran penyajian tekwan yang asli sebenernya pake jamur kuping, udang, dan bunga sedap malam dengan kuah mirip bakso. Tapi untuk resep yang ini saya pake isian jamur tiram dengan kuah tomyam yang pedas seger, ternyata enyaak. Berikut resepnya :

BAHAN TEKWAN

100 gr ikan Kutuk

100 gr tepung tapioka

beberapa sendok tepung terigu

1 sendok makan margarin

1 sdt chicken powder

1 sdt merica

2 sdt garam

air secukupnya (kurang lebih 5-10 sdm)

1 butir putih telur

CARA MEMBUAT

intinya campur semua bahan jadi satu hingga hasilnya kurang lebih seperti ini

Rebus adonan sesendok demi sesendok dalam air mandidih, jika sudah mengapung itu tandanya tekwan sudah matang. Jadinya seperti ini, seinget saya sih perasaan bentuknya gak kaya gini, entah benar entah salah yang penting enyak dan bisa dimakan :D ..

Rasanya sih mirip somey ya, haa

BAHAN KUAH

3 buah cabe merah buang bijinya

1 sdt trasi

4 gelas air

3 bawang putih geprek lalu cincang halus

1 cm laos

1 cm jahe

1 batang serai

2 lembar daun salam

3 buah daun jeruk

4 sendok makan kecap ikan

2 sdt bubuk cabe

1 sdm gula merah

garam secukupnya

2 sdm saos bangkok

1 buah jeruk nipis ambil airnya

100 gr jamur tiram potong panjang melintang

1 batang daun bawang potong2

CARA MEMBUAT

Haluskan cabe merah dan trasi, tumis bersama salam, laos, jahe dan sereh. Jika sudah harum masukkan air, dan masukkan semua bahan kecuali jamur tiram dan daun bawang. Jika sudah mendidih cicipi kuah dan sesuaikan dengan selera. Masukkan jamur dan daun bawang. Jika jamur sudah kelihatan matang masukkan tekwan dan matikan api.

Siap diseraaaang…

Diterbitkan di: on 1 Januari 2011 at 2:26 pm  Komentar (4)  

selamat naik kelas 2011

Terima kasih sekolah kehidupan 2010,, terima kasih,

Diterbitkan di: on 31 Desember 2010 at 10:48 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

PEMPEK LENGGANG

 

Ini percobaan pertama saya bikin empek2, alhamdulilah berhasil ^^V.Tadinya sih mau nyoba bikin pake ikan tengiri, cuman buseeeet, 1 ekor gede banget ukurannya, mahal pula. Kan baru percobaan, kalo berhasil sih gpp, tapi kalo gagal berasa sayang banget. Jadi saya pake ikan Kutuk/gabus aja yang murmer, ehee. Belinya sih 1/2 kilo, tapi setelah diseset2 dan dipisahkan dari kepala dan duri, ternyata daging ikannya cuma tersisa 200 gr aja T.T.  Saya pakenya 100 gr aja, sisanya dibuat ujicoba yang lain :D

BAHAN

100 gr ikan Kutuk

100 gr tepung tapioka

beberapa sendok tepung terigu

1 sendok makan margarin

1 sdt chicken powder

1 sdt merica

2 sdt garam

air secukupnya (kurang lebih 5 sdm)

CARA MEMBUAT

  1. Haluskan  ikan dengan menggunakan food processor, bekukan dalam freezer.
  2. Keluarkan ikan, diamkan hingga ikan tidak membeku lagi, tambahkan margarin, garam, merica, chicken powder, sambil tambahkan air sesendok demi sesendok
  3. Masukkan tepung tapioka sedikit demi sedikit hingga adonan kalis
  4. Masukkan tepung terigu sesendok demi sesendok hingga adonan benar2 kalis dan dapat dibentuk.
  5. Bentuk adonan sesuai selera,
  6. Didihkan air, setelah mendidih masukkan adonan satu per satu. Tanda pempek matang adalah pada saat adonan tersebut mengapung ketika direbus.

Ini hasilnya

KUAH PEMPEK

Resep aslinya bukan ini. Kuah yang saya buat lebih encer dan seger karena gak pake ebi dan tongcai. Cara membuatnya cukup dengan merebus jadi 1 bahan – bahan di bawah ini

- 1 bawang putih, geprek lalu cincang halus

- 3 buah cabe rawit, geprek lalu cincang halus

- 1 blok gula merah ukuran kecil

- 1 1/2 gelas air

-  2 sdm cuka

-  kecap, garam dan gula secukupnya

PENYAJIAN EMPEK – EMPEK LENGGANG

Jika sudah agak dingin, potong dadu beberapa bola empek2, aduk dengan 1 butir telur, tambahkan sedikit garam, merica dan gula pasir sesuai selera, lalu dadar hingga matang. Angkat, pempek, siram dengan kuah.. Yumm2

dan.. TADAA…

Diterbitkan di: on 31 Desember 2010 at 3:27 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

Good Quote

Pesan Tuhan: “Jangan terlalu gembira bila memperoleh nikmat, dan jangan pula larut dalam kesedihan bila mengalami susah. Semua ada sistem & waktunya.” (Quraish Shihab)

Diterbitkan di: on 27 Desember 2010 at 7:41 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

Nasi oseng gurih + orak arik 1/2 mateng

Tadinya pengen bikin nasi goreng tapi bahan dikulkas minim kaliiii T_T,, yasudah akhirnya masak dengan bumbu ala kadarnya.

BUMBU  NASI (u/ 1 porsi)

1 bawang merah dirajang

1 bawang putih dirajang

daun bawang secukupnya dirajang

2 sdt ebi

gula, garam, merica, saus tiram secukupnya

CARA MEMBUAT

1. Panaskan margarin secukupnya, masukkan bawang merah,  bawang putih kemudian ebi, osreng2 hingga harum

2. Masukkan nasi, tambahkan gula garam merica saus tiram hingga rasanya pas

3. Terakhir masukkan daun bawang, osreng bentar lalu matikan

ORAK ARIK 1/2 MATENG

1. Kocok telur dengan bumbu2 gula+garam+merica hingga tercampur rata (tercampur tapi  jangan sampe berbuih)

2. Panaskan sedikiiit margarin, masukkan telur, kemudian diorak arik dengan ritme pelan dan penuh perasaan sehingga telur terorak arik rapi tapi tetap menyatu dan tidak tercerai berai (gimana menjelaskannya ya -_-’)

3. Kalo sudah agak 1/2 matang matikan api, diamkan sebentar, biarkan sisa panas di wajan merasuk ke dalam orak arik (eh)

kaya begini jadinya

dua2nya enyaak,,tpi yang jadi juara orak ariknya.. ennagh,lembuut..yummy bget dah

silakan mencicipi ^__^

Diterbitkan di: on 27 November 2010 at 2:03 am  Komentar (1)  

a fairy tale

Hey moon

Hey sun

don’t you remember?

we’ve been stick together for a while

and we’ve been played together in the sky

what a memory

.

But moon

But sun

we started play hide and seek

for a long long time

that’s why we never be together

.

moon.. you are so cold

sun.. you are so bright

ask to the deepest of your heart

is it true that you’re not missing each other?

but it’s funny..

you didn’t want to find each other

you’re only hearing and knowing through fairy night

so stupid

.

and sun

you’re tired and start to forget

and choose to play with bird in the mountain

don’t you know that moon always watching on you?

worrying you

.

that’s right..

sooner or later you will realize

moon

sun

you’re not in the same path

that’s why you never be together

.

thanks sun

for the warm..for the care

this is the end of our story

although it’s hurt

goodbye dear

I’ll let you go to your direction

Diterbitkan di: on 18 November 2010 at 12:39 am  Komentar (3)  

Tella Krezz Jenk Diar

Sabtu lalu ibu saya pulang dari belanja sambil membawa satu kresek singkong rebus yang masih anget dan tampak menggiurkan pesenan bapak saya. Hingga setengah hari, singkong rebus yang masih tampak menggiurkan walaupun sudah tidak anget itu hanya tersentuh oleh bapak saya. Ibu gak begitu doyan, apalagi saya dan adek – adek, anak muda gitu loh..singkong rebus?pling dos.. Malam hari tidak ada pengurangan jumlah yang signifikan terhadap jumlah singkong di piring. Hingga keesokan hari, singkong rebus yang sudah kaku dan dingin dan tampak tidak menggiurkan itupun tampaknya sudah tidak dilirik lagi sama bapak saya. Kalaupun dikukus lagi, pasti nasibnya tetep gak jauh beda..gak laku.

Ting ting ting..insting koki wanna be saya muncul. Oke jenk Diar..saatnya bereksperimen.. Akhirnya saya putuskan untuk mempermak singkongrebusgaklakuitu menjadi tela goreng berbumbu yang sekarang ini lagi ngetrend. Yang menjadi permasalahan adalah, ketika kita menggoreng singkong dengan cara biasa, hasil akhirnya singkong memang kelihatan garing di luar tapi tekstur dalamnya tidak, meskipun singkongnya sudah diiris agak tipis. Sedangkan tela goreng berbumbu yang lagi ngetrend itu renyahnya dari luar sampai ke dalem. Supaya seru saya pun sengaja gak gogling dan mencoba iseng2 bikin sendiri resepnya..

Begini cara bikinnya

1.      Singkongnya dipotong agak tipis – tipis.

2.      Haluskan bawang putih, garam, kemiri dan ketumbar. Proporsi bumbu sesuai selera, disesuaikan sama bahan. Campur bumbu dengan air dan rendam singkong dalam air berbumbu, kurang lebih sampai ½ jam è supaya singkongnya gurih dan berasa

3.      Kukus singkong selama 15 menit. Gunakan air rendaman untuk mengukus (prinsip ekonomi : ga ada yg boleh kebuang,hehe), kalo airnya kurang bisa ditambah air biasa.

4.      Setelah uap panasnya hilang, bekukan singkong dalam freezer. Dalam keadaan beku begini singkong bisa lebih tahan lama. Jadi kita bisa buat dalam jumlah banyak lalu sewaktu – waktu kalo lagi pengen bisa digoreng.

5.      Siap digoreng. Hasil akhirnya bisa diberi parutan keju atau bubuk bbq dkk

Ini dia Tella Krezz Jenk Diar

Lumayaaan.. rasanya mirip yang dijual – jual itu, krenyes di dalem jg lho.

Gak ada 15 menit langsung ludes.. heheheh

Diterbitkan di: on 3 Oktober 2010 at 2:29 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

Roti Cane Jenk Diar

Waktu itu lagi ngidaaaaaaaam banget sama roti cane, sampai sulit makan dan susah tidur (halah). Bagi yang belum tau, roti Cane adalah roti khas Aceh, rasanya manis – manis gurih dan bikin nagih. Ketika masih di Bandung dulu mudah sekali mendapatkan roti Cane, karena saya bisa membelinya di Rumah Makan Aceh di daerah Buah Batu. Namun, sayangnya di Semarang tidak ada rumah makan sejenis, sehingga kalau lagi ngidam begini sulit sekali mengobatinya. Akhirnya, setelah menimbang dan memikirkan kemudian diputuskan, marilah kita iseng membuat roti cane!!

Setelah googling didapatlah resep berikut :

Bahan

½ kg tepung terigu, 2 butir telur ayam, garam secukupnya, ½ sdt baking powder,mentega dan minyak goreng

Cara membuat

Semua bahan dicampur jadi satu dan diuleni selama 15 menit. Kemudian adonan dibagi jadi 16 bagian dan dibuat bulat – bulat. Diamkan selama 1 jam, tutupi dengan serbet. Olesi adonan dengan minyak diamkan lagi 15 menit. Pipihkan adonan, gulung – gulung memanjang, kemudian dibentuk konde. Oleskan mentega, goreng di wajan pipih dengan minyak sedikit.

Sepertinya mudah sekali, tinggal ikuti aj langkah – langkahnya.. Dengan modal semangat dan kemampuan ecek – ecek saya pun sok – sokan bikin dengan PD , namun ketika sampai di bagian Pipihkan adonan bla bla bla.. tiba – tiba kok teringat jagung bakar ya. Munculah ide cemerlang. Akhirnya, bagian Pipihkan adonan bla bla bla.. tersebut saya ganti dengan “gulung – gulung memanjang adonan, lilitkan pada tusukan sate kemudian bakar”. FYI, karena penggunaan tusuk sate sangat tidak memungkinkan, alatnyapun saya ganti dengan alat tusuk yang sesungguhnya. Hasilnya seperti ini :

Rasanya?Sungguh mengejutkan. Garing di luar mentah di dalam. Hoeek. Tadinya bayangan saya rasanya bakal seperti roti tortilla gitu, ternyata bagai punguk merindukan bulan (opo hubunganee). Gapapa, suatu saat mau bikin lagi dan harus enak.

Oke, cukup main2nya. Kita kembali ke Pipihkan adonan bla bla bla.. Namun karena sangat melelahkan, saya hanya sanggup menyelesaikan ½ adonan. Sisanya disimpan dilemari es untuk keesokan hari. Tadinya saya menginginkan hasil mirip kaya roti cane restoran kaya begini :

Tapi ternyata hasilnya jdi seperti ini :

Wkwkwkk..Rasanya? Yo ngonolah -_-,, bisa dimakan sh, cuman karena terbiasa makan roti cane yang enak jadi yaaa no comment deh, ahaha,,Kapan – kapan mari kita iseng lagiii,, semangat!

Eits, masih ada sisa adonan di kulkas Bu. Karena sudah disimpan dalam kulkas, kayaknya gak mungkin diolah lagi seperti Cane yang diatas, tekstur adonan juga tentunya sudah berubah. Walaupun banyak ide – ide cemerlang yang bersliweran, namun saya putuskan untuk mengaplikasikan ide yang simple dan bisa diterima akal sehat. Digoreng! Eits..jangan asal goreng ya Bu! Sebelum digoreng adonannya ditipiskan dulu dengan ketebalan sesuai selera, kemudian potong – potong bentuk segi empat, atau kalau lagi gak sibuk, dibikin bentuk hati juga boleh..

Setelah itu goreng dengan api sedang sampai warnanya kuning keemasan.

Rasanya? Sungguh menakjubkan. Diluar dugaan. Enak Bu.. Gak ad 15 menit langsung ludes, heuheu.. Selamat mencoba!

Diterbitkan di: on 3 Oktober 2010 at 2:15 pm  Komentar (3)  
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.